Opensolaris

465021223_f826daee79

Sebelum kita membahas tentang fitur ZFS , Dtrace, SMF dan yang lainnya, ada baiknya saya terangkan sedikit dulu tentang apa itu Opensolaris.

Apakah Opensolaris sekedar Operating System ?

Sejauh mana bedanya dengan Solaris ?

Apakah Opensolaris murni sebuah proyek open source ?

a. Opensolaris sebagai sebuah proyek komunitas

OpenSolaris komunitas  adalah  kegiatan di sekitar kode sumber OpenSolaris dan  distribusi, termasuk desain dan pengembangan fitur-fitur baru, perbaikan bug,
pembuatan distribusi, diskusi, dan banyak lagi. Komunitas pengembangannya, yang berpusat  di http://opensolaris.org, meng-host  source code nya dan menyediakan sumber daya untuk proyek-proyek  seperti web space, milis, dan kode sumber repositori.

b. Opensolaris sebagai sebuah distribusi

Kecuali Anda seorang pengembang sistem operasi, kode sumber tidaklah terlalu berguna. Sebagian besar orang menginginkan sebuah sistem operasi berjalan, bukan sekumpulan kode yang memusingkan itu. Meskipun Anda dapat secara teoretis  membangun sebuah sistem berjalan dari sumber, jika yang ingin Anda lakukan adalah menjalankan OpenSolaris, itu jauh
lebih mudah untuk menginstal salah satu dari distribusi biner OpenSolaris. Untungnya, ada beberapa dari mereka, termasuk Solaris Express, Shillix, BeleniX, NexentaCore, dan MartUX.

Nah selanjutnya kita akan lebih berfokus kepada distribusi Opensolaris yang bernama justru Opensolaris juga. Inilah yang membingungkan, dan pada awalnya pengembang yang lain , mengajukan keberatan mereka ke pihak Sun Microsystems.

Sekarang apakah Opensolaris murni merupakan suatu proyek open source?

Tidak. Opensolaris berbeda dari dari proyek opensource lainnya seperti GNU/Linux, atau apache, atau BSD, Java dan banyak lainnya. Itulah yang terkadang menjadi masalah sampai sekarang ini. Masalah yang paling terkenal adalah, mengapa ZFS tidak bisa dimasukkan ke root source code linux. File system itu dapat berjalan di linux sebagai bagian proyek dari FUSE. Jadi akan berjalan di userland ketimbang di kernel, yang tentunya mengurangi kemampuan ZFS apabila diporting ke GNU/Linux.

GNU/Linux menggunakan lisensi GPL v2 , bersifat lisensi kuat. Maksudnya ketika suatu source code yang akan dimasukkan ke tree kernel Linux, kodenya harus bebas, tidak tersangkut paut dengan lisensi yang propriety, dan nantinya akan di lisensikan juga tetap di bawah GPL.

Nah Opensolaris menggunakan turunan dari lisensi Mozzila Foundation yang tidak kompetibel dengan itu. Seorang mantan pegawai Sun yang ikut serta di awal pengopensourcean itu mengatakan, bahwa  memang pihak Sun sengaja untuk tidak ke GPL dan lebih memilih membuat lisensi sendiri untuk opensolaris ini. Anda tahu mengapa? Imajinasikan sendirilah ya…

Opensolaris menggunakan lisensi CDDL (Common Development and Distribution License) serta OBL (Open Source Binary License). Jadi sebagian besar adalah open source murni, dilain pihak terdapat beberapa binary yang tidak opensource. Mungkin lebih cocok dibilang sejenis hybridlah.

Memang ada rencana untuk memakai dual lisensi untuk opensolaris. Yaitu memakai GPL v3. Tapi GPL v3 dan v2, walaupun dihasilkan oleh suatu lembaga yang sama, pada dasarnya kedua lisensi itu kurang bersahabat. Karena itulah mengapa Linus Torvald sampai sekatang source code linux tetap dipertahankan di GPL v.2

OpenSolaris dan Linux adalah keduanya adalah open source UNIX-like operating system. Mereka dapat mendukung  dengan sangat identik user interface, seperti GNOME, KDE juga serta  identik menjalankan berbagai aplikasi, seperti Apache,  MySQL, Mozilla Firefox, dan OpenOffice, dan dukungan tools yang   identik seperti kompilator GNU tools, Java, Perl, Python, Ruby, dan lain-lain. Tetapi bagaimanapun kedua sistem operasi tersebut secara signifikan  sangat berbeda  dalam sejarah mereka, lisensi, model distribusi, dan implementasi yang mendasarinya.

Dan tentu saja kernel mereka sangat berbeda juga, dan beberapa area seperti scheduling , algoritma yang dipakai dalam virtual memory, file system yang digunakan.

Sekarang ini mulai sedikit persitegangan diantara kedua komunitas ini. Linus Torvalds pernah mengatakan komunitas Opensolaris mengambil keuntungan dari pengembangan driver peripheral yang ada di linux, yang dibantah Pak Jonathan Schwartz di blognya dengan sangat bijak. Dia mengatakan saja ayolah kita bersama sama saling bahu membahu dalam open source. Kita lebih baik berteman daripada berselisih begitu. Dia juga mengatakan komunitas Linux juga mengambil keuntungan dari cara pengimplementasian Dtrace dan ZFS yang native ada di solaris. Salut buat Pak Jonathan. Salah satu CEO yang patut diteladani.

Tapi menurut aku ni, ada betulnya juga Pak Jonathan. BRTFS file system yang dikatakan pak Linus sebagai filesystem masa depan GNU/Linux seperti mengadopsi dari fitur ZFS.

Yang terpikirkan oleh saya adalah, sangat disayangkan terlambatnya proyek ini dimulai. Proyek ini dimulai dimana Linux sudah cukup mapan dan sangat stabil. Tapi ya bagaimana dibuat ole Sun. Bertujuan mulia dengan mengopensourcekan juga bukanlah pekerjaan yang gampang. Banyak pihak terlibat disana. Bahkan sampai sekarang ini ZFS juga terkadang masih dihindari, karena masih belum beresnya masalah lisensi dengan pihak NetAppliance. NetAppliance menganggap SUN bersalah atas pengopensource-an ZFS dan mereka membawa kasus ini ke pengadilan.

Misal dari penghindaran itu, pada awal sebelum Snow Leopard 10.6 dari Apple Co dikeluarkan, disitus resminya mereka mengatakan akan meninggalkan HFS+ dan beralih ke ZFS yang akan sangat menguntungkan mereka dikarenakan fitur snapshot di ZFS. Tapi 1 September kemarin diluncurkan Snow, ternyata tidak jadi, dan Apple Co juga tidak memberikan alasan mengapa  ZFS tidak  jadi diporting .

Lupa tahunnya, tapi mungkin sekitar 2004 an, CEO IBM sudah berapa kali mengirim surat ke SUN agar mengopensourcekan saja beberapa teknologi dari SUN untuk kebaikan dunia ini. Tapi SUN tidak langsung melakukannya karena semua pihak yang terlibat di suatu source code juga bagaimanapun harus merestui rencana itu. Dan karena itu jugalah mengapa  lisensi dari teknologi SUN seperti hibyrid.

Sekian dulu perkenalan dari Opensolaris. Selanjutnya blog ini akan lebih banyak membahas tentang salah satu distro Opensolaris yang kebetulan juga namanya Opensolaris dari pihak pengembang Sun Microsystems.

OpenSolarisLogo

Advertisements

About lathyka
Nice Girl

2 Responses to Opensolaris

  1. Ries says:

    gw masih bingung masalah lisensi CDDL, bisa tolong dijelasin gak definisi dan batasan – batasannya…

  2. Walaupun pada hakikatnya banyak yang mengenal namanya, namun sejarahnya di masyarakat sangat minim dimiliki oleh masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: