Instalasi openSolaris

image

Di posting ini saya akan terangkan dulu sedikit tentang cara menginstal Opensolaris di PC dengan beberapa kemungkinan konfigurasi yang kita inginkan. Sebaiknya sebelum langsung implementasikannya, coba2 dululah secara virtual memakai Virtual Box, atau VMware atau software virtualisasi lainnya.  Kalau berhasil, baru di coba di  system kita yang sebenarnya. Setelah itu saya akan melanjutkan nya ke instalasi software semacam multimedia.

Permasalahan yang paling simpel menurut saya adalah :
– Kemungkinan kita menginginkan Windows OS kita tetap ada, berdampingan dengan OpenSolaris. memang tidak dapat kita pungkiri, keterkaitan kita dengan OS sejauh ini.

– Terkadang kita juga menginginkan , GNU/Linux juga ikut dalam sistem operasi yang ada di PC kita bukan? Jadi bisa saja kita menginginkan dual boot ataupun triple boot di PC kita.

– Keterkaitan dengan space hardisk dan konfigurasi yang sekarang kita punya.

Ada beberapa kemungkinan yang dapat kita lakukan (khususnya untuk dual atau triple boot OS) :

– kadang kala, ada situasi dimana kita menginstalkan loader dari masing-masing OS tersebut dipartisi dimana OS tersebut terinstal. Jadi sektor pertama di MBR yang pakai BIOS, ataupun GPT yang makai EFI (semisal MAC), akan hanya ditulisi dimana partisi yang aktif dan boot loader yang akan diboot pertama kalinya.  Jadi tidak ada penulisan boot loader apapun di 512 byte pertama MBR/GPT. Atau kita juga dapat letakkan boot loader itu langsung di sektor pertama MBR/GPT kita. Jadi terserah kita maunya gimana, yang penting konsepnya harus kita mengerti dulu. Windows memakai Windows Boot Manager , Unix-like semisal openSolaris, GNU/Linux menggunakan LiLo (udah jarang kita jumpai) , ataupun GRUB yang dipakai sekarang , atau OSX86 (Hackintosh) yang sekarang banyak memakai Chamaelon.

Kalaulah kita menginginkan OpenSolaris terinstal di PC kita, sebaiknya installah openSolaris setelah Windows dan/atau GNU/Linux telah terinstal. Atau kita dapat menginstal GNU/Linux diakhir tetapi, jangan menginstal GRUB nya.  Karena :
– GRUB bawaan GNU/Linux tidak punya extension untuk menghandle openSolaris. GNU/Linux GRUB tidak dapat mengenali ZFS, karena permasalahan lisensi ZFS.  Tetapi GRUB GNU/Linux juga dapat dapat kita pakai dengan konfigurasi semisal dibawah ini.

Perhatikan script yang dimasukkan ke file konfigurasi GRUB menu.lst nya GUNU/Linux :

root (hd0,1)

chainloader +1

makeactive

intinya ada di chainloader +1. Baris itu akan dieksekusi, yang akan memanggil GRUB nya opensolaris yang ada di hardisk pertama partisi kedua. Jadi istilahnya GRUB akan memanggil GRUB yang lain. Ini juga dapat kita lakukan. Tetapi kan, kita menginginkan hanya ada satu boot loader saja yang menghandle kesemuanya. Karena itulah openSolarislah yang akan kita pakai GRUB nya. Karena GRUB openSolaris dapat menghandle kesemuanya walaupun ada yang tidak secara native didukungnya khususnya sistem Operasi propierity semisal Windows OS.

Tetapi sama sekali tidak ada yang salah dengan cara diatas, tapi saya hanya mau menuliskan konfigurasi yang beda saja yang hanya menggunakan satu GRUB.

NB : chainloader itu dipakai untuk memanggil boot loader lain. Biasanya dipakai GRUB untuk memanggil bootloader sistem operasi lain yang secara native tidak dapat didukungnya. Jadi akan memanggil boot loader lain yang dapat menghandle sistem operasi tersebut.

Jadi kalaulah kita mau menginstal openSolaris, installah yang terakhir. Tetapi harus diingat, instal openSolaris di primary partition. Sampai openSolaris 2009.06 dan sepertinya di versi 2010.02 ntar, belum dapat diinstall di extended partition (logical). Tentang masalah ini, masih dalam tahap pengembangan. Semoga secepatnya sudah dapat ya dilakukan…. Tetapi ada juga kadang yang ingin bereksperimen dengan OSX86 (Hackintosh). Hati2lah dengan hal ini. Cara paling aman, jangan install boot loadernya OSX86. Panggil OSX86 tersebut dari Windows OS. Jadi ketika mau masuk ke OSX86, pilih dullu Windowd OS, ntar ada di pilih OSX86 dengan asumsi chainloader OSX86 udah dimasukkan ke Windows OS. Konfigurasi ini tidak akan saya bahas. Takutnya kepanjangan ntar posting ni.

Posting ini akan menkonsentrasikan di tahap instalasi openSolaris. Jadi diasumsikan kalaulah ada, GNU/Libux semisal Ubuntu, atau Windows OS telah terinstall. Kan ngak lucu saya terangkan instalasi Windows OS. Basi kurasa udah ……

Nah, saya akan coba menerangkan langkah-langkah teraman yang dapat kita ambil. Langkah disini mengasumsikan bahwa kita mungkin telah punya Sitem Operasi terinsatsl semisal Windows OS atau GNU/Linux, ataupun OSX86 di PC kita. OK. Kalau GNU/Linux ada, pertama kopikan file  /boot/grub/menu.lst. Simpan di flashdisk gampangnya. Itu akan dibutuhkan nanti. Jangan sampai lupa ya.

Kalo tidak ada dan tidak punya rencana untuk itu, dapat langsung ke tahap 5 untuk clean instalation openSolaris.

1. Ini tahap paling dasar. Cobalah dulu kita check, apakah device yang kita, sudah disupport apa tidak oleh OpenSolaris. Ada 2 cara pendekatan yang dapat kita lakukan :

– Booting langsung OpenSolaris tersebut. openSolaris datang dalam bentuk Live Distro. Jadi sebelum kita menginstalasinya, kita dapat mencobanya terlebih dahulu. Kepada yang sudah familiar dengan live distro dari salah satu GNU/Linux pasti sudahlah tahu kan. Bagi yang belum, saya terangkan sedikit, live distro itu maksudnya, bahwa sistem operasi yang ada sudah dapat langsung kita pakai sekalipun belum kita lakukan instalasi ke hard disk. Jadi semua aplikasi, akan diambil dari CD nya kemudian sebagian dipindahkan ke memory, sebelum di eksekusi oleh prosesor.

Terkadang ada situasi yang dimana , GUI nya tidak akan muncul. Cobalah untuk login dengan username : jack , pass : jack . Setelah itu coba ketikkan gdm.  Kalau tidak, sewaktu GRUB nya , cobalah dulu pilih driver vesa untuk graphikalnya, karena mungkin saja driver VGA nya belum dapat dikenali.

– Ada cara lain yaitu. Kita check di lingkungan Windows OS.

Klik disini untuk keterangan lebih lanjut.

image

itu adalah tampilan depan sofware tersebut. Dari situ, kita dapat melihat apakah hardware kita telah disupport oleh opensolaris. Jika belum disupport, kita dapat melampirkan import files kita ke Sun, agar mereka mencoba mensupportnya. Ada juga kemungkinan, dimana hardware kita telah support, tetapi disediakan drivernya oleh pihak ketiga.

Nah disini putuskanlah apa pengen masih mau lanjut, atau tunggu tahun depan saja, sampai hardware kita native disuppotr oleh openSolaris. Kalau iya, lanjut ke tahap selanjutnya.

2. Tahap selanjutnya, ini yang paling penting yaitu tentang partisi hardisk. Ingat, amankan dulu data-data penting semisal daftar nomor selingkuhan kita yang banyak itu berikut poto2 mesra anda. Takutnya hilang, dan aku ndak mau tanggung jawab untuk itu. Heheh.

– apabila kita telah reserve sebelumnya partisi kosong untuk itu. Alangkah baiknya. Pastikan itu primary. Itu saja.

– apabila tidak ada. Kita harus meng-shrink partisi yang sudah ada. Dapat dilakukan dengan sangat banyak cara dengan beragam tools. Atau dapat dilakukan juga dengan menggunakan tools bawaan Windows OS.

Di Control Panel, terus ke System and Security , terus ke Administrative Tools, terus ke Computer Management. Nah di Computer Management, klik Disk Management .

image

Nah, pilih partisi mana yang ingin kita shrink. Klik kanan partisinya pilih Shrink. reservasi berapa besarnya yang ingin kita. Lanjutkan aja sampai selesai. Dan pastikan partisi itu adalah primary. Ada kondisi yang tidak mungkin saya terangkan lebih jauh (takutnya kepanjangan, tapi kalau ada yang pengen tahu akan saya terangkan), kalaulah tiba-tiba dikatakan akan opsi yang akan meminta struktur hardisk itu di rubah menjadi Dynamic. Jangan di  ok kan. Sekali dynamic, selamanya dinamic. Kita tidak akan dapat mengubahnya, dan kita tidak akan dapat menginsatal apa2 lagi. Ingat ya …. Jalan terakhir, relakanlah salah satu partisi kita atau lakukan clean instalasi semua os yang ingin kita install agar partisinya dapat dikonfigurasi. beli hardisk yang baru…. Okkkkk.

3. Instalasi openSolaris. Boot openSolaris tersebut.

image

Dilayar, akan muncul desktop openSolaris. Disinilah kita klik Instal OpenSolaris. Caimen Istaller akan berjalan. Akan ada ucapan Welcome. Tahap paling penting selanjutnya adalah untuk partition. Pilihlah partisi yang kita mau. OpenSolaris menggunakan default ZFS untuk file systemnya. Buatlah satu partisi yang akan jadi poolnya beserta besarnya dari partisi yang kita inginkan di instal openSolaris.

image

Langkah selanjutnya, standar, tidak ada yang istemewa. Kemudian klik instal. Setelah selesai install, dan di restart, GRUB akan muncul untuk pertama kali. Akan ada pilihan OpenSolaris dan sistem operasi Windows apabila telah ada sebelumnya.

Tapi permasalahnnya adalah, kita tidak akan melihat dimana pilihan untuk GNU/Linux kita kan?

Nah, masuk saja dulu ke desktopnya. Setelah login, dan masuk ke desktop, buka aplikasi konsole/shelnya.

Ketikkan di shelnya : pfexec gedit /rpool/grub/menu.lst.

Nah, tadikan kita simpan menu.lst nya linux di flashdisk bukan? Buka file tersebut. Nah cari dimana ada title tentang GNU/Linux kita. Di pc saya seperti ini:

title        Ubuntu 9.04, kernel 2.6.28-14-generic
uuid        90c4c3db-f5c2-4c9e-bef7-438f5ff5495c
kernel        /boot/vmlinuz-2.6.28-14-generic root=UUID=90c4c3db-f5c2-4c9e-bef7-438f5ff5495c ro quiet splash
initrd        /boot/initrd.img-2.6.28-14-generic
quiet

title        Ubuntu 9.04, kernel 2.6.28-14-generic (recovery mode)
uuid        90c4c3db-f5c2-4c9e-bef7-438f5ff5495c
kernel        /boot/vmlinuz-2.6.28-14-generic root=UUID=90c4c3db-f5c2-4c9e-bef7-438f5ff5495c ro  single
initrd        /boot/initrd.img-2.6.28-14-generic

nah, dibawah kedua title itu  tambahkan :  rootnoverify (hd0,X) dimana X adalah letak dimana partisi GNU/Linux kita berada. Anda bisa melaui command shell : ketik format , terus muncul data hardisk kita. semisal c7d0s0 quit dari format tersebut. Kemudian ketik : pfexec fdisk /dev/rdsk/c7d0s0po (tambahkan p0 dibelakangnya). Akan kelihatan dimana  GNU/Linux partisi kita. Informasi kalau kita instal GNU/Linux tersebut di primary partition , x antar 0 – 3, sedangkan kalo kita buat di extended, akan ada mulai dari X = 4 sampai seterusnya.

jadi kira – kira konfigurasinya akan seperti ini :

title        Ubuntu 9.04, kernel 2.6.28-14-generic

rootnoverify (hd0,4)
uuid        90c4c3db-f5c2-4c9e-bef7-438f5ff5495c
kernel        /boot/vmlinuz-2.6.28-14-generic root=UUID=90c4c3db-f5c2-4c9e-bef7-438f5ff5495c ro quiet splash
initrd        /boot/initrd.img-2.6.28-14-generic
quiet

title        Ubuntu 9.04, kernel 2.6.28-14-generic (recovery mode)
rootnoverify (hd0,4)

uuid        90c4c3db-f5c2-4c9e-bef7-438f5ff5495c
kernel        /boot/vmlinuz-2.6.28-14-generic root=UUID=90c4c3db-f5c2-4c9e-bef7-438f5ff5495c ro  single
initrd        /boot/initrd.img-2.6.28-14-generic

OK. Selamat mencoba ya. Semoga membantu. Selanjutnya saya akan membuat postingan tentang instalasi driver, codec , aplikasi yang kita butuhkan.

Advertisements

About lathyka
Nice Girl

3 Responses to Instalasi openSolaris

  1. Gokkan says:

    Kalau di MAc bagaimana? Sama saja tidak ??

  2. saypensolaris says:

    makasih, infonya mas….

  3. Ramona says:

    Infonya bagus sangadh..tgkyu mas ^_^

    visit me @ blog saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: